Postingan

Menangis pada Burung Merpati (sebuah syair cinta)

Gambar
  Menikmati indahnya cinta bagi seseorang itu bermacam-macam, salah satunya dengan menuliskan rasa cintanya pada bait-bait syair, sehingga apa yang ia rasakan bisa tersalurkan dengan makna-makna syair tersebut. Renungkanlah betapa indahnya beberapa lirik syair yang begitu dalam maknanya dari keadaan yang dialami penyair ketika ia tertimpa rasa rindu yang mendalam pada kekasih yang sangat ia cintai. Namun, karena tak bisa berjumpa dengan pujaan hatinya tuk menghilangi rasa rindu, maka keluarlah bait-bait syair yang begitu puitis darinya. Adapun syair tersebut terdapat dalam kitab Al-Fiyah Ibn Malik pada bab isim maushul: بكيت على سرب القطا إذا مررن بي # فقلت ومثلي بالبكاء جدير أسرب القطا هل من يعير جناحه # لعلي إلى من قد هويت أطير  فجاوبني من فوق غصن أراكة # ألا كلنا يا مستعير نعير  فأي قطاة لم تعرك جناحه # تعيش بذل والجناح كسير  Artinya: Aku menangis pada segerombolan burung merpati yang melintas di hadapanku # Lalu kukatakan padanya "Wahai burung, seperti akulah yan...

Cerita Kaidah Ushul Fiqih 2

Gambar
Cerita Kaidah 2 الرضا بالشيء رضا بما يتولد منه  (Rela terhadap sesuatu, berarti rela terhadap konsekuensi apapun yang berkaitan dengannya) Rizal adalah seorang pelajar MA di salah satu kota Malang. Ia terkenal siswa yang paling pintar di kelasnya namun sering terjebak dalam kerinduan yang terkadang mengganggu belajarnya. Sedangkan Lia adalah adik kelas Rizal di sekolah tersebut, dan Rizal menyukainya karena sikapnya yang lemah lembut, kecerdasannya dan juga parasnya yang cantik. Rizal sering menceritakan rasa sukanya ini pada teman akrabnya, Iqbal. Namun, di balik itu, Iqbal sebenarnya juga memiliki rasa yang sama pada Lia. Sehingga ketika Rizal bercerita tentang rasa cintanya, Iqbal pun hanya menanggapi dengan senyuman, tanpa memberitahu Rizal bahwa ia juga menyukainya. Rizal   mempunyai satu prinsip bahwa masa-masa Aliyah adalah masa memburu prestasi bukan memburu kenangan. Namun terkadang hatinya membantah pikirannya bahwa tak selamanya rasa itu harus diungkapkan sampai...

Cerita kaidah Ushul Fiqh

Gambar
 Joni adalah salah satu santri pondok pesantren di Jawa Timur. Ia merupakan santri yang rajin belajar, karena terpengaruh lingkungannya yang terbiasa dengan budaya literasi. Sedangkan Jono adalah teman Joni di pesantren itu. Ia merupakan santri yang malas belajar tetapi ia mempunyai cita-cita dan mimpi yang sempurna. Suatu saat Jono menjumpai Joni yang sedang membaca buku, Lalu terjadi percakapan diantara keduanya.  Jono : ni, lagi ngapain kamu? Joni : baca buku sama belajar, kenapa emangnya no?  Jono: Jangan sering-sering, biasa aja lah kalo belajar, nanti kalo mimpimu tak tercapai, nangis.... Joni : Loh ya terserah aku no, aku mau belajar kek, nggak kek, toh dampaknya akan kembali ke aku lagi kok, yakan? Gini Noo, apa kamu masih ingat nggak kaidah Ushul fiqh yang dijelaskan pak Baidhowi kemarin?  Jono: Yang mana ni, aku udah lupa Joni :  مَا كَانَ أَكْثَرَ فِعْلاً كَانَ أَكْثَرَ فَضْلًا  Sesuatu yang lebih banyak tindakannya, maka akan lebih banyak manfaa...

Dracula, manusia bengis yang nyata adanya

Mendengar nama Dracula, sepertinya banyak diantara kita tertuju pada seorang vampir, penghisap darah manusia. Itu tidak lain hanyalah cerita fiksi. Dracula adalah seorang manusia keturunan bangsawan, anak dari Vlad II Voivode, seorang gubernur Wallachia, Romania. Wallachia pada saat itu, tunduk pada kerajaan Turki Utsmani atau lebih dikenal dengan Turki Ottoman, karena berada dalam kekuasaannya. Saat itu, Turki Utsmani dipimpin oleh Sultan Murad II.  Saat masih berumur 13 tahun, Dracula bersama adiknya (Radu Cel Frumos) pernah dikirim untuk disekolahkan di Turki Utsmani. Di sana, ia dilatih tentang kemiliteran Jenissari, yaitu satuan militer pasukan khusus milik Utsmani, dan juga kesatuan militer terbaik pada saat itu.  Di umur yang masih sangat belia, Dracula telah memiliki prinsip anti Islam. Ia sebelumnya telah disumpah dalam Ordo Naga untuk memerangi Islam, dan itulah niatnya sejak awal. Ia benci semua hal yang berkaitan dengan Islam, bahkan pada ayahnya juga karena telah...

Aneh Tapi Nyata

Manusia dianugerahi akal pikiran supaya bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, mana yang baik dan yang buruk. Itulah yang membedakan manusia dengan hewan. Namun, masih banyak logika dan kepercayaan masyarakat yang tak masuk akal, dan itu masih dipercayai sampai saat ini. Menunjuk kuburan orang dengan jari telunjuk akan menyebabkan malapetaka, menduduki bantal akan menyebabkan bisulan, membuang kucing sembarangan tidak akan dianugerahi anak kelak saat menikah, mendengar bunyi tokek lima kali menandakan ada hantu, memakai pakaian hijau atau merah di pantai akan tenggelam di lautnya, melihat burung gagak menandakan datangnya kematian seseorang di daerah itu, dan masih banyak sekali lainnya. Aneh sekali kalau dipikir dan diterima, namun nyata sekali mereka mempercayainya. Kepercayaan itu bahkan sampai turun temurun dari generasi ke generasi. Perlu diketahui, bahwa semua kepercayaan semacam itu adalah mitos, tidak nyata adanya. Mulailah berhenti untuk mempercayai seperti itu. ...

Syair Tentang Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah hal yang sangat penting dan bermanfaat bagi semua orang. Dengan ilmu, seseorang akan memperoleh derajat tinggi. Ilmu bak mutiara, sulit didapatkan namun indah ketika mendapatkannya. Pun juga demikian, ilmu jauh lebih berharga daripada harta bak langit dan bumi, tak ada kesetaraannya.  Berikut adalah syair tentang keilmuan yang penting dan menarik untuk diketahui bahkan juga dihafalkan. Syair ini adalah buah karya KH. Dzofir Munawwar, ayahanda KH Achmad Azaim Ibrahimy, pengasuh PP. Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. تَعَلّمِ العلمَ واعملْ يا أخيّ بهِ # فالعلمُ زينٌ لمَنْ بالعلمِ قَد عمِلَ العلمُ أشرفُ شيئ نالَه رجلٌ # مَن لَم يكنْ فيهِ علمٌ لَم يكنْ رجلاً النحوُ زينُ الفَتَى والفقهُ حِليتُه # ومَن عَدا مِنْهما فَاعدُدْه في البقرِ والبُلغُ حُسنُ الفَتَى والنُّطقُ تَطريزُه # ومَن خَلا مِنْهما فَاعْدُدْه في الحمرِ Artinya : Belajarlah dan amalkan (ilmu yg telah kamu pelajari) wahai saudaraku # Ilmuadalah perhiasan bagi orang yang telah mengamalkan ilmunya  Ilmu a...