Menangis pada Burung Merpati (sebuah syair cinta)
Menikmati indahnya cinta bagi seseorang itu bermacam-macam, salah satunya dengan menuliskan rasa cintanya pada bait-bait syair, sehingga apa yang ia rasakan bisa tersalurkan dengan makna-makna syair tersebut. Renungkanlah betapa indahnya beberapa lirik syair yang begitu dalam maknanya dari keadaan yang dialami penyair ketika ia tertimpa rasa rindu yang mendalam pada kekasih yang sangat ia cintai. Namun, karena tak bisa berjumpa dengan pujaan hatinya tuk menghilangi rasa rindu, maka keluarlah bait-bait syair yang begitu puitis darinya. Adapun syair tersebut terdapat dalam kitab Al-Fiyah Ibn Malik pada bab isim maushul: بكيت على سرب القطا إذا مررن بي # فقلت ومثلي بالبكاء جدير أسرب القطا هل من يعير جناحه # لعلي إلى من قد هويت أطير فجاوبني من فوق غصن أراكة # ألا كلنا يا مستعير نعير فأي قطاة لم تعرك جناحه # تعيش بذل والجناح كسير Artinya: Aku menangis pada segerombolan burung merpati yang melintas di hadapanku # Lalu kukatakan padanya "Wahai burung, seperti akulah yan...