Cerita kaidah Ushul Fiqh


 Joni adalah salah satu santri pondok pesantren di Jawa Timur. Ia merupakan santri yang rajin belajar, karena terpengaruh lingkungannya yang terbiasa dengan budaya literasi. Sedangkan Jono adalah teman Joni di pesantren itu. Ia merupakan santri yang malas belajar tetapi ia mempunyai cita-cita dan mimpi yang sempurna. Suatu saat Jono menjumpai Joni yang sedang membaca buku, Lalu terjadi percakapan diantara keduanya. 

Jono : ni, lagi ngapain kamu?

Joni : baca buku sama belajar, kenapa emangnya no? 

Jono: Jangan sering-sering, biasa aja lah kalo belajar, nanti kalo mimpimu tak tercapai, nangis....

Joni : Loh ya terserah aku no, aku mau belajar kek, nggak kek, toh dampaknya akan kembali ke aku lagi kok, yakan? Gini Noo, apa kamu masih ingat nggak kaidah Ushul fiqh yang dijelaskan pak Baidhowi kemarin? 

Jono: Yang mana ni, aku udah lupa

Joni : 

مَا كَانَ أَكْثَرَ فِعْلاً كَانَ أَكْثَرَ فَضْلًا 

Sesuatu yang lebih banyak tindakannya, maka akan lebih banyak manfaatnya.

Kaidah ini sangat berlaku bagi kita no. Jadi, semakin besar usaha yang kita lakukan, maka semakin besar pula peluang keberhasilan yang kita dapatkan. 

Jono: oh iya ni, aku pikir² masuk akal juga ya, makasih ya ni udah mengingatkan kaidah itu lagi kepadaku hehehe

Cerita bersambung.....(tak perlu diperpanjang karena berakhir mesra)

Komentar