Aneh Tapi Nyata

Manusia dianugerahi akal pikiran supaya bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, mana yang baik dan yang buruk. Itulah yang membedakan manusia dengan hewan. Namun, masih banyak logika dan kepercayaan masyarakat yang tak masuk akal, dan itu masih dipercayai sampai saat ini.

Menunjuk kuburan orang dengan jari telunjuk akan menyebabkan malapetaka, menduduki bantal akan menyebabkan bisulan, membuang kucing sembarangan tidak akan dianugerahi anak kelak saat menikah, mendengar bunyi tokek lima kali menandakan ada hantu, memakai pakaian hijau atau merah di pantai akan tenggelam di lautnya, melihat burung gagak menandakan datangnya kematian seseorang di daerah itu, dan masih banyak sekali lainnya.

Aneh sekali kalau dipikir dan diterima, namun nyata sekali mereka mempercayainya. Kepercayaan itu bahkan sampai turun temurun dari generasi ke generasi. Perlu diketahui, bahwa semua kepercayaan semacam itu adalah mitos, tidak nyata adanya. Mulailah berhenti untuk mempercayai seperti itu. 

Namun, di sebagian kepercayaan semacam itu, ada seseorang yang sebenarnya telah mengetahui mitos itu, namun ia tetap mempergunakannya pada hal yang mungkin menurut dia baik. Semisal ia katakan pada anaknya agar tidak menduduki bantal dengan alasan akan menyebabkan bisulan. Hal ini sebenarnya sangat efektif dibandingkan dengan memarahinya, karena mereka masih di tahap mudah mempercayai apapun. Jika hanya memarahinya, si anak akan tetap melakukan hal itu secara berulang tatkala orang tua tak bersamanya. 

Namun, sedikit sekali dari kepercayaan-kepercayaan itu yang bisa dijadikan edukasi anak atau kebaikan lain. Karena mayoritasnya cenderung kepada hal yang tak bermanfaat untuk dipikirkan apalagi dipercayai. 



Komentar